Mbah Muhsin

Mbah Muhsin adalah orang Sarang, dan istrinya ada yang dari Sedan. Setiap Mbah Muhsin pergi ke Sedan dengan naik kuda selalu disambut dengan hangat oleh istrinya. Ketika datang sang istri mencuci kaki Mbah Muhsin, menyopot bajunya dan mengusap keringat walau dengan rambutnya.

Ibn Atha’illah

Nama lengkapnya adalah Syech Ahmad Ibn Muhammad ibn Atha’illah as-Sakandari. Ia lahir di Iskandariah (Mesir) pada 648 H/1250 M, dan meninggal di Kairo pada 1309 M. Julukan al-Iskandari atau as-Sakandari merujuk kota kelahirannya itu.
Sedari kecil, Ibn Atha’illah dikenal gemar belajar. Ia menimba ilmu dari beberapa syech secara bertahap. Gurunya yang paling dekat adalah Abu al-Abbas Ahmad ibn Ali al-Anshari al-Mursi, murid dari Abu al-Hasan al-Syadzili, pendiri tarekat al-Syadzili.

KH. Maimoen Zubair

KH. Maimoen Zubair adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau hidup dalam tradisi pesantren yang diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri.