Mensikapi Perbedaan Idul Fitri 1427 H

Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair 

Bagaimana Ulama Salaf Berbeda Pendapat

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Shalawat serta salam selalu mengalir ke pangkuan Nabi Muhammad beserta Keluarga dan Sahabatnya.

 
Belakangan ini sering muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam yang sering berujung pada permusuhan, saling membenci dan perpecahan, hal mana tidak pernah terjadi pada masa awal Islam. Generasi awal Islam menyikapi perbedaan pendapat sebagai sebuah rahmat, sebagaimana dijelaskan Hadis Rasulullah:
اختلاف أمتى رحمة
“Perbedaan umatku adalah rahmat”

Pada saat itu, setiap orang yang berbeda pendapat konsisten dengan hasil ijtihad masing-masing tanpa harus mencela hasil ijtihad orang lain. Apalagi mereka meyakini bahwa seorang mujtahid tidak selayaknya mengikuti hasil ijtihad orang lain.

Bencana Alam Antara Azab dan Rahmat

Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair

Di penghujung 2004 sebuah gempa yang disusul dengan tsunami menghantam salah satu wilayah Indonesia, Aceh. Tsunami Aceh yang disebut-sebut sebagai salah satu bencana terbesar di dunia telah meluluh-lantakkan sebagian besar wilayah yang dijuluki “serambi Makkah”. Apa yang sebenarnya sedang menimpa 4 juta muslim di bumi serambi Makkah? Azabkah atau cobaan dari Allah?
Bertolak dari sebuah peristiwa aktual di atas, Syaikhuna KH. Maimoen Zubair mencoba menjelaskan pandangannya tentang bencana alam dari sudut pandang Al-Quran dan Hadis. Ada dua hal pokok yang disampaikan Syaikhuna berkaitan dengan bencana Alam. Pertama, tentang hakikat bencana. Kedua, bahwa peristiwa bencana alam adalah salah satu bukti atas kerasulan Nabi Muhammad.

Fir'aun dan Kerajaannya


Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair


Surat Ghofir: 37-39 أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ

Surat Ghofir, ayat 37 di atas menjelaskan keadaan lingkungan di sekitar kita. Tahun berganti tahun selalu berubah baik dari pembangunannya ataupun segi moralnya. Dalam pembangunan masyarakat yang berkembang sekarang ini sedang berlomba-lomba menciptakan sesuatu yang besar serta menakjubkan dan sering dijumpai di berbagai sudut kota banyak bangunan menjulang tinggi yang terkenal dengan sebutan bangunan pencakar langit yang merupakan hasil kerja keras para insinyur masa kini (modern). Maka, keadaan tersebut kalau kita mau berpikir merupakan perkara yang bisa disebut sebagai suatu keanehan (dengan memandang pada tempat-tempat yang tinggi) dengan contoh banyak bangunan sekarang yang menggunakan perangkat lift yang digunakan sebagai alat untuk naik-turun. Sehingga dengan alat tersebut akan memudahkan untuk melihat ke semua arah manapun.

Kesinambungan Ulama



Petuah, Pandangan dan Pemikiran KH. Maimoen Zubair

Sungguh ada kebahagiaan yang sangat mendalam jika masih ada umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Yaitu golongan yang mengikuti Sunnah Nabi dan yang mengikuti kelompok Sahabat Rasulullah SAW yang mengembalikan sesuatu kepada asalnya, yaitu al-Quran dan al-Hadis. Sebab keduanya itu saling berkaitan. Sebaik-baiknya zaman adalah zaman Rasulullah SAW. Lalu zaman setelahnya dan setelahnya. Masa kenabian itu berjumlah 23 tahun, 13 tahun Rasulullah berada di Makkah dan 10 tahun berada di Madinah. Di masa ini merupakan masa pokok keislaman. Banyak sahabat yang menyertai Rasulullah SAW, padahal al-Quran belum ditulis, yang hanya di hati dan bibir.